Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Indonesia Tetap Percepat Transisi Energi Meski AS Keluar dari JETP

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (12mo ago) climate-and-environment (12mo ago)
25 Mar 2025
94 dibaca
1 menit
Indonesia Tetap Percepat Transisi Energi Meski AS Keluar dari JETP

Rangkuman 15 Detik

Indonesia tetap melanjutkan Just Energy Transition Partnership meskipun ada perubahan dalam dukungan internasional.
Sebanyak 54 proyek telah mendapatkan dukungan pendanaan internasional untuk transisi energi bersih.
Pemerintah Indonesia menargetkan pengurangan emisi yang signifikan pada tahun 2030 melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan mitra internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Just Energy Transition Partnership (JETP) tetap berjalan meskipun Amerika Serikat keluar dari inisiatif tersebut. Indonesia bersama mitra internasional sedang membahas cara untuk mempercepat implementasi JETP agar bisa mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060. Saat ini, ada 54 proyek yang mendapatkan dukungan pendanaan internasional sebesar US$ 1,1 miliar, termasuk proyek energi terbarukan dan dekarbonisasi industri. Dalam rapat tersebut, Airlangga juga menjelaskan beberapa proyek penting, seperti pengembangan energi biotermal di Muara Laboh dan proyek waste to energy di Legok Nangka. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat transisi energi dengan melibatkan sektor swasta dan mitra internasional, serta melakukan pemantauan dan evaluasi berbasis digital. Indonesia menargetkan pengurangan emisi sebesar 31,89% secara mandiri dan hingga 43% dengan dukungan internasional pada tahun 2030 melalui Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau.

Analisis Ahli

Fatih Birol (Executive Director IEA)
Komitmen Indonesia dalam JETP adalah langkah penting dalam perjalanan global menuju energi bersih, namun penting bagi Indonesia untuk memastikan pendanaan dan teknologi berjalan seiring untuk hasil maksimal.
Dr. Saleemul Huq (Direktur ICCCAD)
Keterlibatan multi-pihak dan dukungan internasional yang kuat dapat mempercepat transformasi energi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Fokus pada transparansi dan evaluasi digital adalah inisiatif yang sangat tepat.