ESDM Tetapkan Rencana Ketenagalistrikan Nasional hingga 2060 Menuju Nol Emisi
Sains
Iklim dan Lingkungan
24 Mar 2025
283 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
RUKN bertujuan untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.
PT PLN (Persero) memiliki peran penting dalam pembangunan pembangkit listrik di Indonesia.
Proyeksi permintaan listrik menunjukkan peningkatan signifikan hingga tahun 2060.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah mengeluarkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang berlaku hingga tahun 2060. Rencana ini bertujuan untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 dan mencakup berbagai kebijakan terkait penyediaan tenaga listrik, proyeksi kebutuhan listrik, serta pengembangan sistem kelistrikan. Dalam rencana ini, diperkirakan kebutuhan listrik akan meningkat dari 539 TWh pada tahun 2025 menjadi 1.813 TWh pada tahun 2060, dengan sebagian besar permintaan berasal dari sektor industri dan rumah tangga.
RUKN juga menekankan pentingnya penggunaan energi baru dan terbarukan, dengan target mencapai 73,6% pada tahun 2060. Selain itu, ada rencana untuk membangun lebih banyak pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi CO2 hingga nol pada tahun 2059. Investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan pembangkit dan transmisi listrik diperkirakan mencapai lebih dari satu triliun dolar AS hingga tahun 2060.
Analisis Ahli
Prof. Bambang Brodjonegoro
RUKN ini adalah langkah strategis yang tepat untuk menjaga ketahanan energi sekaligus menurunkan emisi, asalkan pendanaan dan teknologi hijau bisa diakses secara optimal.Dr. Sri Wulandari
Penting untuk segera mengembangkan sumber daya manusia dan inovasi teknologi energi baru terbarukan agar target 2060 dapat tercapai secara realistis.Ir. R. Arifin Tasrif
Retrofit pembangkit fosil dengan CCS dan pengembangan VRE harus dikawal ketat agar transisi energi tetap berkelanjutan dan tidak menimbulkan beban sosial ekonomi.


