Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Komisi VI DPR Desak Hentikan Impor Garam, Dorong Garam Lokal Terserap Maksimal

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
24 Mar 2025
120 dibaca
1 menit
Komisi VI DPR Desak Hentikan Impor Garam, Dorong Garam Lokal Terserap Maksimal

AI summary

Komisi VI DPR RI mendesak penghentian impor garam untuk meningkatkan penyerapan produksi nasional.
Stok garam nasional saat ini menumpuk, mencapai lebih dari 1 juta ton.
Pentingnya teknologi dalam memenuhi kebutuhan garam industri menjadi tantangan yang harus diatasi.
Komisi VI DPR RI meminta pemerintah untuk menghentikan impor garam karena stok garam nasional masih banyak, mencapai lebih dari 1 juta ton. Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, mengungkapkan bahwa saat ini stok garam menumpuk di gudang-gudang dan tidak terserap. Ia menyarankan agar larangan impor diterapkan agar stok garam yang ada bisa digunakan, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri.Mose juga menjelaskan bahwa kebutuhan garam nasional mencapai 4,9 juta ton per tahun, dan kebutuhan untuk konsumsi sudah terpenuhi. Namun, kebutuhan untuk industri belum bisa dipenuhi karena masalah teknologi pengolahan. Komisi VI DPR RI mendorong PT Garam untuk meningkatkan teknologi dan sumber daya manusia agar produksi garam bisa lebih baik dan diterima oleh industri.

Experts Analysis

Abraham Mose
Teknologi RO dan MVR yang sudah ada di Banten dapat membantu meningkatkan kualitas garam industri, tetapi kebijakan impor yang belum jelas menghambat pemanfaatannya secara maksimal.
Nurdin Halid
Pelarangan impor garam harus segera ditegakkan agar produksi nasional bisa terserap dan kebijakan swasembada garam tercapai.
Editorial Note
Penumpukan stok garam nasional ini menunjukkan kurangnya koordinasi antara kebijakan impor dan kapasitas pengolahan lokal yang nyata. Dengan investasi serius pada teknologi pengolahan garam industri dan peningkatan kemampuan SDM, Indonesia berpotensi menjadi lebih mandiri dalam produksi garam yang berkualitas tinggi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.