Komisi VI DPR Desak Hentikan Impor Garam, Dorong Garam Lokal Terserap Maksimal
Finansial
Kebijakan Fiskal
24 Mar 2025
154 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Komisi VI DPR RI mendesak penghentian impor garam untuk meningkatkan penyerapan produksi nasional.
Stok garam nasional saat ini menumpuk, mencapai lebih dari 1 juta ton.
Pentingnya teknologi dalam memenuhi kebutuhan garam industri menjadi tantangan yang harus diatasi.
Komisi VI DPR RI meminta pemerintah untuk menghentikan impor garam karena stok garam nasional masih banyak, mencapai lebih dari 1 juta ton. Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, mengungkapkan bahwa saat ini stok garam menumpuk di gudang-gudang dan tidak terserap. Ia menyarankan agar larangan impor diterapkan agar stok garam yang ada bisa digunakan, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri.
Mose juga menjelaskan bahwa kebutuhan garam nasional mencapai 4,9 juta ton per tahun, dan kebutuhan untuk konsumsi sudah terpenuhi. Namun, kebutuhan untuk industri belum bisa dipenuhi karena masalah teknologi pengolahan. Komisi VI DPR RI mendorong PT Garam untuk meningkatkan teknologi dan sumber daya manusia agar produksi garam bisa lebih baik dan diterima oleh industri.
Analisis Ahli
Abraham Mose
Teknologi RO dan MVR yang sudah ada di Banten dapat membantu meningkatkan kualitas garam industri, tetapi kebijakan impor yang belum jelas menghambat pemanfaatannya secara maksimal.Nurdin Halid
Pelarangan impor garam harus segera ditegakkan agar produksi nasional bisa terserap dan kebijakan swasembada garam tercapai.
