Tata Kelola Impor Bawang Putih Buruk Picu Harga Melonjak di Pasaran
Bisnis
Ekonomi Makro
28 Mar 2025
267 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga bawang putih melonjak jauh di atas harga acuan pemerintah.
Tata kelola impor bawang putih perlu diperbaiki untuk memastikan ketersediaan pasokan.
Koordinasi antara kementerian terkait sangat penting untuk mengatasi masalah impor.
Harga bawang putih di Indonesia melonjak hingga Rp50.000 per kg, jauh di atas harga acuan pemerintah yang hanya Rp38.000 per kg. Kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa keterlambatan impor menjadi penyebab utama kenaikan harga ini. Namun, Ombudsman RI menilai masalahnya lebih kompleks, terkait dengan tata kelola impor yang kurang efektif. Mereka mengkritik pembagian tugas antara Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian yang tidak relevan, karena 90% kebutuhan bawang putih di Indonesia bergantung pada impor.
Ombudsman juga menemukan bahwa banyak perusahaan baru yang mendapatkan izin impor, sementara perusahaan lama tidak. Hal ini berisiko karena perusahaan baru mungkin belum memiliki pemasok di China. Mereka menekankan perlunya aturan yang lebih tegas dalam pengawasan impor, termasuk tenggat waktu pengiriman dan sanksi bagi yang tidak memenuhi. Ombudsman mengusulkan agar tata kelola impor bawang putih harus lebih partisipatif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan agar masalah ini tidak berulang dan masyarakat tidak dirugikan.
Analisis Ahli
Yeka Hendra Fatika
Masalah mendasar adalah RIPH yang tidak relevan karena produksi dalam negeri sangat kecil dan SPI yang tidak mengandung sanksi membuat importir tidak terdorong merealisasikan impor tepat waktu.