Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Bawang Putih Melonjak, Ombudsman Soroti Tata Kelola Impor yang Amburadul

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (12mo ago) macro-economics (12mo ago)
28 Mar 2025
54 dibaca
1 menit
Harga Bawang Putih Melonjak, Ombudsman Soroti Tata Kelola Impor yang Amburadul

Rangkuman 15 Detik

Tata kelola impor bawang putih di Indonesia perlu diperbaiki untuk menghindari lonjakan harga.
Rekomendasi Impor Produk Hortikultura tidak relevan untuk bawang putih karena ketergantungan pada impor.
Pemerintah harus meningkatkan pengawasan dan koordinasi antar kementerian untuk memastikan kelancaran impor.
Ombudsman RI mengkritik tata kelola impor bawang putih di Indonesia yang dianggap buruk, terutama setelah harga bawang putih melonjak di pasaran. Anggota Ombudsman, Yeka Hendra Fatika, menyatakan bahwa ada masalah dalam pembagian tugas antara Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian. Kebijakan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang masih diterapkan untuk bawang putih dianggap tidak relevan, karena sebagian besar kebutuhan bawang putih di Indonesia dipenuhi dari impor. Yeka juga menyoroti bahwa Kementerian Perdagangan belum efektif dalam mengawasi impor bawang putih. Banyak importir baru yang tidak memiliki pengalaman dan pemasok di China, sehingga proses impor menjadi terhambat. Ia mengusulkan agar pemerintah memberikan sanksi kepada importir yang tidak memenuhi jadwal pengiriman dan mencabut izin impor jika mereka tidak dapat merealisasikannya. Ombudsman mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki tata kelola impor bawang putih agar tidak ada kelangkaan yang menyebabkan harga terus naik. Yeka menekankan pentingnya transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan impor, serta perlunya koordinasi yang lebih baik antar kementerian untuk memastikan kebutuhan bawang putih terpenuhi.

Analisis Ahli

Yeka Hendra Fatika
Tata kelola impor bawang putih harus lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan dengan sanksi tegas bagi importir yang tidak memenuhi kewajiban.
Isy Karim
Pengalaman importir baru yang kurang menjadi hambatan dalam realisasi impor, perlu perbaikan dalam proses penerbitan SPI dan pengawasan pasokan.