Pengusaha Warteg Minta Ormas Jangan Meminta THR Jelang Lebaran
Finansial
Kebijakan Fiskal
24 Mar 2025
213 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengusaha warteg menghadapi kesulitan ekonomi dan berharap ormas tidak meminta THR.
Permintaan THR dari banyak ormas menambah beban finansial bagi pengusaha.
Mukroni dan Nurjaman menyuarakan pentingnya penolakan yang sopan terhadap permintaan THR.
Para pengusaha warung tegal (warteg) berharap agar organisasi masyarakat (ormas) tidak meminta Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran. Mukroni, Ketua Koordinator Warteg Nusantara, mengatakan bahwa kondisi warteg saat ini sulit karena daya beli masyarakat menurun. Jika ada ormas yang meminta THR, mereka akan menolak dengan sopan agar tidak menimbulkan masalah.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jakarta, Nurjaman, juga mengungkapkan bahwa banyak ormas yang meminta THR, sehingga membuat beban finansial pengusaha semakin berat. Mereka harus membagi dana yang ada untuk berbagai pihak, dan hal ini membuat keuntungan yang didapat semakin sedikit.
Analisis Ahli
Mukroni
Menggambarkan realita lesunya usaha warteg dan pentingnya ormas memahami situasi ini untuk menghindari konflik.Nurjaman
Menekankan bahwa banyaknya ormas yang meminta THR membuat distribusi dana usaha semakin terpecah dan memberatkan pelaku usaha.

