TLDR
Pengusaha warteg menghadapi kesulitan ekonomi dan berharap ormas tidak meminta THR. Permintaan THR dari banyak ormas menambah beban finansial bagi pengusaha. Mukroni dan Nurjaman menyuarakan pentingnya penolakan yang sopan terhadap permintaan THR. Para pengusaha warung tegal (warteg) berharap agar organisasi masyarakat (ormas) tidak meminta Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran. Mukroni, Ketua Koordinator Warteg Nusantara, mengatakan bahwa kondisi warteg saat ini sulit karena daya beli masyarakat menurun. Jika ada ormas yang meminta THR, mereka akan menolak dengan sopan agar tidak menimbulkan masalah.Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jakarta, Nurjaman, juga mengungkapkan bahwa banyak ormas yang meminta THR, sehingga membuat beban finansial pengusaha semakin berat. Mereka harus membagi dana yang ada untuk berbagai pihak, dan hal ini membuat keuntungan yang didapat semakin sedikit.