Sanksi AS Dorong Turunnya Impor Minyak Iran ke China, Tapi Tetap Ada Celah
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Mar 2025
79 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Sanksi baru AS dapat mengurangi pengiriman minyak Iran ke Cina, tetapi trader masih mencari cara untuk mempertahankan volume.
Biaya pengiriman minyak dari Iran ke Cina telah meningkat secara signifikan, mempengaruhi profitabilitas.
Cina tetap berkomitmen untuk melindungi hak perusahaan-perusahaan mereka dalam perdagangan dengan Iran.
Pengiriman minyak Iran ke China diperkirakan akan menurun dalam waktu dekat setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap sebuah kilang dan kapal tanker. Sanksi ini membuat biaya pengiriman meningkat, tetapi para pedagang percaya bahwa pembeli akan menemukan cara untuk tetap mengimpor sebagian minyak. Sanksi terbaru ini adalah yang keempat sejak Presiden Donald Trump meminta tekanan maksimum terhadap Iran, dan sebelumnya, pengiriman minyak Iran ke China sudah menurun karena biaya pengiriman yang meningkat.
Meskipun ada sanksi, beberapa pedagang yakin bahwa impor minyak Iran akan terus berlanjut setelah perusahaan-perusahaan menyesuaikan struktur bisnis mereka. China, yang membela perdagangan dengan Iran sebagai sah, menegaskan penolakannya terhadap sanksi sepihak yang dianggap tidak adil. Minyak dari Iran, Venezuela, dan Rusia yang dihindari oleh banyak pembeli Barat telah membantu kilang-kilang di China menghemat biaya dalam beberapa tahun terakhir.
Analisis Ahli
Brian Leisen
Sanksi terbaru ini merupakan eskalasi yang signifikan, namun belum seberat jika pelabuhan China ikut ditargetkan, sehingga efeknya masih terbatas namun tetap memberikan tekanan yang jelas.