Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Emas Turun 1% Karena Dolar Kuat, Tapi Masih Berpeluang Naik

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
21 Mar 2025
64 dibaca
1 menit
Harga Emas Turun 1% Karena Dolar Kuat, Tapi Masih Berpeluang Naik

Rangkuman 15 Detik

Harga emas mengalami penurunan karena pengambilan keuntungan dan penguatan dolar.
Federal Reserve menunjukkan kemungkinan pemotongan suku bunga yang dapat mempengaruhi pasar emas.
Eskalasi konflik di Gaza antara Israel dan Hamas dapat mempengaruhi stabilitas regional dan permintaan emas sebagai aset aman.
Harga emas turun 1% pada hari Jumat karena dolar AS yang lebih kuat dan aksi ambil untung, meskipun ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang masih ada, serta prospek pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS, membuat harga emas tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Emas spot diperdagangkan pada Rp 50.35 juta ($3,015) .43 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di Rp 51.05 juta ($3,057) .21 per ons pada hari Kamis. Meskipun ada penurunan harga, permintaan emas sebagai investasi yang aman tetap tinggi karena kekhawatiran perdagangan dan risiko geopolitik. Dolar AS yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Selain itu, situasi di Gaza semakin memanas dengan serangan yang meningkat terhadap kelompok Hamas, yang juga mempengaruhi pasar logam mulia lainnya seperti perak dan platinum.

Analisis Ahli

Edward Meir
Pasar saat ini mengalami jeda seiring aksi ambil untung dan penguatan dolar, namun permintaan safe-haven tetap kuat.
Peter Grant
Permintaan safe-haven terkait dengan risiko perdagangan dan geopolitik tetap menjadi penggerak utama harga emas.