TLDR
Alih fungsi lahan menjadi penyebab utama banjir di Jabodetabek. Kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah diperlukan untuk menangani masalah tata ruang. Pendekatan kemanusiaan akan diterapkan untuk lahan yang sudah terbangun di sempadan sungai. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa banjir di Jabodetabek disebabkan oleh alih fungsi lahan sungai menjadi pemukiman dan lahan lainnya. Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Gubernur Banten, mereka akan bekerja sama untuk memperbaiki masalah ini dengan memeriksa tata ruang di Banten dan daerah sekitarnya. Mereka menemukan banyak pelanggaran tata ruang yang berkontribusi pada banjir, seperti perubahan lahan hutan dan pertanian menjadi perumahan.Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah akan melakukan pendataan ulang lahan di sekitar sungai danau, serta memverifikasi lahan yang aman. Jika ada bangunan di atas lahan yang seharusnya kosong, pemerintah akan melakukan pendekatan kemanusiaan dan tidak memberikan ganti rugi. Jika ada penolakan dari masyarakat, mereka akan melaporkan kepada pihak berwenang. Langkah terakhir adalah melakukan pengadaan tanah untuk normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang.