Daya Beli Melemah, Mal di Jakarta Sepi di Awal Ramadan 2025
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Mar 2025
140 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Daya beli masyarakat Indonesia mengalami penurunan menjelang Ramadan tahun ini.
Bank-bank di Indonesia mencatat lesunya aktivitas belanja baik secara offline maupun online.
Program promosi dari bank diharapkan dapat meningkatkan belanja masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pada awal bulan Ramadan, pusat perbelanjaan di Jakarta terlihat lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Data dari Mandiri Spending Index menunjukkan bahwa belanja masyarakat menurun menjelang Ramadan, dengan nilai 236,2, yang merupakan penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu. Para bankir mengakui bahwa daya beli masyarakat masih lemah, dan mereka berharap akan ada peningkatan belanja menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Direktur Bank OCBC NISP, Johannes Husin, mengatakan bahwa belanja pemerintah dan konsumsi domestik menurun, tetapi mereka optimis akan ada peningkatan setelah liburan panjang. Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, juga mencatat bahwa aktivitas belanja masyarakat, baik offline maupun online, mengalami pengetatan, yang menunjukkan bahwa masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.
Analisis Ahli
Johannes Husin
Belanja pemerintah dan konsumsi domestik menurun, tapi ada harapan peningkatan daya beli menjelang Idul Fitri setelah liburan panjang.Lani Darmawan
Daya beli masyarakat lemah dengan likuiditas tabungan yang ketat, menyebabkan aktivitas belanja relatif flat selama Ramadan.


