Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Daya Beli Masyarakat Melemah, Belanja Lesu Menjelang Lebaran 2025

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
24 Mar 2025
167 dibaca
1 menit
Daya Beli Masyarakat Melemah, Belanja Lesu Menjelang Lebaran 2025

AI summary

Daya beli masyarakat Indonesia menjelang Lebaran 2025 menunjukkan tanda-tanda melemah.
Impor barang konsumsi mengalami penurunan yang signifikan, menandakan rendahnya permintaan domestik.
Deflasi yang terjadi menjelang Ramadan 2025 merupakan fenomena yang jarang terjadi dan menunjukkan tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H pada 31 Maret 2025, kondisi ekonomi masyarakat Indonesia menunjukkan tanda-tanda melemah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor barang konsumsi menurun tajam, yang mengindikasikan daya beli masyarakat juga rendah. Deflasi atau penurunan harga barang terjadi, dan ini adalah fenomena langka yang belum terjadi selama 25 tahun. Banyak pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga semakin memperburuk keadaan ekonomi masyarakat.Di pusat perbelanjaan, suasana tampak sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan indeks belanja masyarakat juga menunjukkan penurunan. Para bankir mengakui bahwa daya beli masyarakat masih lemah, dan mereka berharap akan ada peningkatan menjelang Lebaran. Namun, saat ini, banyak orang yang lebih berhati-hati dalam berbelanja, baik secara langsung maupun online, karena kondisi ekonomi yang sulit.

Experts Analysis

Bhima Yudhistira
Turunnya impor barang konsumsi di bulan Ramadan merupakan kondisi yang sangat anomali dan mencerminkan daya beli masyarakat tengah melemah secara signifikan.
Andry Asmoro
Penurunan impor barang konsumsi sebesar 21,05% (yoy) adalah indikasi kuat melemahnya daya beli domestik di kelas menengah ke bawah.
Johannes Husin
Kondisi belanja domestik menurun dan hanya akan meningkat mendekati Hari Raya, menunggu momentum positif agar aktivitas ekonomi kembali menggeliat.
Lani Darmawan
Likuiditas tabungan masyarakat yang mengetat membuat aktivitas belanja tidak meningkat pada musim Ramadan, menunjukkan adanya pengetatan belanja di semua segmen konsumsi.
Editorial Note
Penurunan impor barang konsumsi dan deflasi pada momentum penting seperti Ramadan mengindikasikan ketidakstabilan ekonomi yang harus segera ditangani dengan stimulus tepat sasaran. Pemerintah perlu fokus pada pemulihan daya beli masyarakat terutama yang terdampak PHK agar perputaran ekonomi di segmen konsumsi kembali menggeliat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.