Rupiah Melemah Tipis Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Data Ekonomi AS Lesu
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Mar 2025
124 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal.
Ketegangan geopolitik dan kondisi ekonomi AS berkontribusi pada pelemahan rupiah.
Data peredaran uang M2 menjadi indikator penting bagi pelaku pasar menjelang bulan Ramadhan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah sedikit pada awal perdagangan hari ini, Jumat (21/3/2025), menjadi Rp16.485 per Rp 16.70 ribu (US$1) . Sebelumnya, rupiah sempat menguat pada hari Kamis (20/3/2025) di posisi Rp16.470 per Rp 16.70 ribu (US$1) setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pelemahan ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina, serta kondisi ekonomi AS yang kurang baik.
Di AS, Bank Sentral (The Fed) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,1%. Selain itu, jumlah klaim pengangguran di AS juga meningkat, meskipun pasar tenaga kerja masih dianggap kuat. Di Indonesia, pelaku pasar menunggu data peredaran uang yang diperkirakan akan meningkat menjelang bulan Ramadhan. Pada Januari 2025, peredaran uang M2 tercatat tumbuh 5,9% dibandingkan tahun lalu.
Analisis Ahli
Economist Senior Bank Indonesia
Faktor geopolitik dan ekonomi global tetap menjadi risiko utama bagi stabilitas nilai tukar, sehingga BI perlu menjaga fleksibilitas kebijakan untuk menjaga daya saing rupiah.Analyst Pasar Modal
Investasi asing cenderung berhati-hati dengan kondisi seperti ini sehingga volatilitas rupiah kemungkinan akan meningkat hingga ada kepastian geopolitik dan data ekonomi yang membaik.

