Rupiah Melemah di Tengah Ketegangan Global dan Kekuatan Pasar Tenaga Kerja AS
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Mar 2025
252 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nilai tukar rupiah tertekan akibat gejolak eksternal dan ketegangan politik.
Serangan drone Ukraina terhadap pangkalan udara Rusia menunjukkan eskalasi konflik.
Pasar tenaga kerja AS tetap kuat meskipun ada tantangan ekonomi.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada Jumat, 21 Maret 2025, dengan posisi Rp16.495 per dolar, melemah 0,15%. Dalam seminggu, rupiah tertekan sebesar 0,92%. Penyebab utama penurunan ini adalah kondisi politik di luar negeri, terutama setelah serangan drone Ukraina yang menghantam pangkalan udara penting Rusia, yang menyebabkan kerusakan besar.
Di sisi lain, pasar tenaga kerja di AS menunjukkan kekuatan, dengan jumlah klaim pengangguran awal meningkat sedikit, tetapi tetap berada di tingkat yang rendah. Hal ini membuat nilai indeks dolar AS (DXY) naik, yang berkontribusi pada tekanan terhadap rupiah. Dengan kondisi ini, nilai tukar rupiah cenderung melemah dibandingkan dolar AS.
Analisis Ahli
Larry Summers
Ketegangan geopolitik dan pasar tenaga kerja AS yang tak tergoyahkan akan terus mendukung tren penguatan dolar, memberi tekanan pada mata uang negara berkembang seperti rupiah.Mohamed El-Erian
Kondisi pasar tenaga kerja yang solid di AS menjadi sinyal bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat, yang menekan apresiasi mata uang negara lain.


