Rupiah Melemah Dipicu Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan AS dan Faktor Domestik
Bisnis
Ekonomi Makro
24 Mar 2025
153 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nilai tukar rupiah terpengaruh oleh kebijakan perdagangan AS.
Ketidakpastian politik dan ekonomi domestik mempengaruhi arus investasi asing.
Kebijakan fiskal pemerintah dan isu terkait Sri Mulyani menjadi perhatian penting.
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada tanggal 24 Maret 2025, ditutup di Rp16.550 per US$. Penurunan ini terjadi karena pasar menunggu kepastian mengenai kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump, yang akan diumumkan menjelang tenggat waktu 2 April. Meskipun dolar AS mengalami tekanan sepanjang tahun, mata uang ini menguat setelah bank sentral AS, The Federal Reserve, menyatakan tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga lebih lanjut.
Selain itu, terjadi penjualan bersih oleh investor asing di pasar keuangan Indonesia, terutama di pasar saham, yang menunjukkan ketidakpastian global dan domestik. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah ketegangan perdagangan antara AS dan negara lain, serta isu-isu politik dan ekonomi di dalam negeri, seperti penurunan penerimaan pajak dan dinamika kebijakan pemerintah.
Analisis Ahli
Nafan Aji Gusta
Ketidakpastian global, terutama tensi perdagangan AS dan kebijakan suku bunga Fed, serta dinamika politik domestik seperti isu Sri Mulyani dan RUU TNI, menjadi sentimen negatif yang menyebabkan net foreign sell di pasar.

