Rupiah Terpuruk, Kebijakan AS dan Kebutuhan Valas Dalam Negeri Jadi Pemicu
Bisnis
Ekonomi Makro
25 Mar 2025
175 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor global dan domestik.
Kebijakan perdagangan AS dapat berdampak signifikan pada nilai tukar mata uang lain.
Kebutuhan dolar AS di dalam negeri meningkat karena berbagai faktor ekonomi.
Pada 25 Maret 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan sebesar 0,51%, mencapai Rp16.635 per dolar. Penurunan ini disebabkan oleh faktor eksternal dan dalam negeri. Salah satu faktor eksternal adalah rencana Presiden AS, Donald Trump, untuk memberlakukan tarif perdagangan baru yang dapat mempengaruhi negara lain. Selain itu, Bank Sentral AS, Federal Reserve, mungkin akan mengambil langkah hawkish terkait inflasi dan ekonomi, yang membuat dolar AS semakin kuat.
Di dalam negeri, kebutuhan dolar AS juga meningkat, terutama untuk pembayaran dividen dan utang. Hal ini menyebabkan permintaan dolar tinggi, yang turut berkontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah. Menurut Direktur Bank Indonesia, situasi global yang tidak pasti dan kebutuhan valas dari perusahaan juga mempengaruhi nilai tukar rupiah saat ini.
Analisis Ahli
Fitra Jusdiman
Faktor global yang penuh ketidakpastian, terutama kebijakan AS, menjadi penyebab utama pelemahan rupiah. Kebutuhan dolar dalam negeri untuk pembayaran dividen dan utang juga menambah tekanan pada nilai tukar rupiah.

