Rupiah Melemah, Bank Indonesia Diprediksi Menahan Suku Bunga Maret 2025
Bisnis
Ekonomi Makro
19 Mar 2025
103 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian pasar.
Pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga dari Bank Indonesia.
Proyeksi menunjukkan bahwa BI kemungkinan akan menahan suku bunganya untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan di awal perdagangan pada 19 Maret 2025. Rupiah dibuka pada posisi Rp16.470 per dolar AS, melemah 0,3%, dan bahkan sempat menyentuh Rp16.500 per dolar AS. Saat yang sama, indeks dolar AS juga menguat, menunjukkan bahwa pasar sedang dalam ketidakpastian.
Para pelaku pasar kini menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada 18-19 Maret 2025, terutama mengenai suku bunga acuan. Sebagian besar proyeksi menunjukkan bahwa BI kemungkinan akan mempertahankan suku bunga di level 5,75%, meskipun ada beberapa institusi yang memperkirakan penurunan menjadi 5,50%. Beberapa analis berpendapat bahwa BI akan menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.
Analisis Ahli
Agus Basuki Yanuar
BI kemungkinan besar masih akan menahan suku bunga untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil di tengah kondisi pasar yang belum pasti.


