Rupiah Menguat Pasca Kebijakan BI dan The Fed, Akhiri Tren Pelemahan
Bisnis
Ekonomi Makro
20 Mar 2025
108 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Rupiah mengalami penguatan setelah tiga hari melemah.
Bank Indonesia dan The Fed menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Indeks dolar AS menunjukkan penurunan yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 20 Maret 2025, setelah mengalami penurunan selama tiga hari sebelumnya. Rupiah ditutup pada Rp16.470 per dolar AS, naik 0,30% dari hari sebelumnya yang berada di Rp16.520. Sementara itu, indeks dolar AS sedikit melemah menjadi 103,63.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% untuk menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan antara 4,7% hingga 5,5% pada tahun 2025. Di sisi lain, The Fed juga menahan suku bunganya di level 4,25-4,50% dan memperingatkan tentang kemungkinan resesi di AS.
Analisis Ahli
Sri Mulyani Indrawati
Kebijakan suku bunga yang stabil akan memperkuat kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.Boediono
Menahan suku bunga dalam kondisi inflasi terkendali adalah langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

