Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rupiah Menguat Pasca Kebijakan BI dan The Fed, Akhiri Tren Pelemahan

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
20 Mar 2025
35 dibaca
1 menit
Rupiah Menguat Pasca Kebijakan BI dan The Fed, Akhiri Tren Pelemahan

AI summary

Rupiah mengalami penguatan setelah tiga hari melemah.
Bank Indonesia dan The Fed menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Indeks dolar AS menunjukkan penurunan yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 20 Maret 2025, setelah mengalami penurunan selama tiga hari sebelumnya. Rupiah ditutup pada Rp16.470 per dolar AS, naik 0,30% dari hari sebelumnya yang berada di Rp16.520. Sementara itu, indeks dolar AS sedikit melemah menjadi 103,63.Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% untuk menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan antara 4,7% hingga 5,5% pada tahun 2025. Di sisi lain, The Fed juga menahan suku bunganya di level 4,25-4,50% dan memperingatkan tentang kemungkinan resesi di AS.

Experts Analysis

Sri Mulyani Indrawati
Kebijakan suku bunga yang stabil akan memperkuat kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Boediono
Menahan suku bunga dalam kondisi inflasi terkendali adalah langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Editorial Note
Penguatan rupiah ini menandakan respon positif pasar terhadap kebijakan BI yang bijaksana dalam menahan suku bunga guna menjaga stabilitas makroekonomi. Namun, tantangan tetap ada dari ketidakpastian ekonomi global dan sinyal negatif dari potensi resesi AS yang bisa memengaruhi sentimen pasar ke depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.