Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Klarifikasi DPR dan BEI Soal Resesi dan Penurunan Pasar Saham Indonesia

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
18 Mar 2025
158 dibaca
1 menit
Klarifikasi DPR dan BEI Soal Resesi dan Penurunan Pasar Saham Indonesia

AI summary

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini dianggap baik meskipun ada kekhawatiran tentang resesi.
Penurunan IHSG dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor asing dan isu kebijakan fiskal.
Revisi UU TNI menjadi sorotan publik dan dianggap dapat mempengaruhi peran TNI dalam pemerintahan.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menolak anggapan bahwa Indonesia akan mengalami resesi. Ia menjelaskan bahwa saat ini inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi sedang baik, sehingga tidak ada alasan untuk khawatir akan resesi. Namun, kekhawatiran tentang resesi muncul setelah lembaga investasi di Amerika Serikat meningkatkan kemungkinan terjadinya resesi di negara tersebut, yang berdampak pada pasar saham Indonesia yang turun 5% dan mengalami penghentian perdagangan sementara.Selain itu, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dipengaruhi oleh aksi jual besar-besaran dari investor, yang mencerminkan kepanikan di pasar. Beberapa analis menyebutkan bahwa penurunan ini juga terkait dengan isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dan revisi UU TNI yang membuat publik khawatir. Goldman Sachs, sebuah bank investasi, juga menurunkan peringkat aset keuangan di Indonesia, yang semakin memperburuk situasi di pasar saham.

Experts Analysis

Iman Rachman
Penurunan IHSG banyak dipengaruhi oleh aksi jual asing dan dampak dari isu global sehingga investor saat ini masih bersikap wait and see.
Editorial Note
Penolakan resesi oleh DPR memang bisa menenangkan sesaat, namun tekanan dari faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global dan penurunan peringkat kredit bisa berimbas nyata ke pasar saham Indonesia. Pemerintah perlu transparan dan konsisten dalam menjaga stabilitas fiskal agar kepercayaan investor tidak terus menurun dan memicu aksi jual panik yang bisa memperburuk kondisi ekonomi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.