Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IHSG Anjlok 7%: Defisit APBN, Isu Menteri Keuangan, dan Pelemahan Daya Beli

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
19 Mar 2025
129 dibaca
1 menit
IHSG Anjlok 7%: Defisit APBN, Isu Menteri Keuangan, dan Pelemahan Daya Beli

Rangkuman 15 Detik

IHSG mengalami penurunan signifikan akibat defisit APBN dan isu politik.
Rumor mengenai pengunduran Sri Mulyani berdampak negatif pada kepercayaan investor asing.
Daya beli masyarakat yang rendah mempengaruhi permintaan barang dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia mengalami penurunan drastis hingga 7% pada 18 Maret 2025, mencapai level terendah sejak pandemi Covid-19. Penurunan ini disebabkan oleh banyak faktor, termasuk defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai Rp31,2 triliun dan penurunan penerimaan pajak sebesar 20,85%. Selain itu, rumor tentang pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani juga membuat investor khawatir, sehingga banyak yang menjual saham mereka. Meskipun IHSG sempat turun tajam, pada sesi kedua perdagangan, IHSG mulai pulih sedikit. Banyak saham unggulan, terutama dari bank besar dan perusahaan teknologi, mengalami penurunan harga. Aksi jual besar-besaran oleh investor asing juga berkontribusi pada penurunan ini, dengan total penjualan bersih mencapai Rp57,8 triliun dalam enam bulan terakhir. Ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan perdagangan dari Amerika Serikat juga menjadi faktor yang membuat investor lebih berhati-hati.

Analisis Ahli

Arwendy Rinaldi Moechtar
Perlambatan ekonomi domestik terlihat dari merosotnya penerimaan pajak yang menunjukkan aktivitas bisnis melemah dan rumor Sri Mulyani memicu arus dana asing keluar pasar.
Arjun Ajwani
Isu mundurnya Sri Mulyani menyebabkan gejolak pasar karena investor asing sangat mempercayai kinerja beliau, sehingga rumor ini cukup berdampak signifikan.
Bhima Yudhistira
Penurunan impor barang konsumsi menjelang Ramadan merupakan anomali yang menandakan daya beli masyarakat sangat rendah, berimbas pada menurunnya permintaan dan harga bahan makanan.