Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IHSG Merosot Tajam 7% Karena Kepanikan Investor dan Penurunan Rating Global

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
18 Mar 2025
276 dibaca
1 menit
IHSG Merosot Tajam 7% Karena Kepanikan Investor dan Penurunan Rating Global

AI summary

IHSG mengalami penurunan signifikan yang mencerminkan ketidakpastian di pasar saham.
Dukungan dari pemerintah dan DPR diperlukan untuk menstabilkan pasar setelah penurunan besar.
Aksi jual yang dipicu oleh isu politik dan penurunan peringkat oleh lembaga internasional berdampak besar pada investor.
Pada hari Selasa, 18 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, ditutup turun 3,84% ke level 6.223,39. Penurunan ini terjadi setelah IHSG sempat anjlok lebih dari 5%, sehingga perdagangan dihentikan sementara. Banyak saham yang turun, dengan sektor bahan baku mengalami penurunan paling parah hingga 10,4%. Beberapa saham besar seperti DCI Indonesia dan Prajogo Pangestu juga berkontribusi besar terhadap penurunan IHSG.Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco, dan beberapa anggota DPR lainnya hadir di Bursa Efek Indonesia untuk memberikan dukungan dan meyakinkan pasar bahwa pemerintah akan memberikan bantuan. Analis menyebutkan bahwa penurunan ini disebabkan oleh aksi jual besar-besaran dari investor yang panik, serta isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Selain itu, penurunan peringkat pasar saham Indonesia oleh Goldman Sachs juga memicu aksi jual asing yang besar di bursa.

Experts Analysis

Misbakhun
Kami hadir di BEI untuk memberikan dukungan penuh dan meyakinkan pasar bahwa pemerintah selalu mendukung stabilitas bursa agar tidak terjadi kepanikan.
Analis Pasar Saham
Aksi jual besar-besaran ini merupakan cerminan panic selling yang dipicu oleh ketidakpastian politik dan ekonomi, serta reaksi berantai dari penurunan peringkat oleh lembaga internasional.
Editorial Note
Penurunan tajam IHSG mencerminkan ketidakstabilan sentimen investor yang dipicu oleh faktor eksternal dan internal sekaligus, terutama isu kepemimpinan fiskal dan penurunan rating pasar. Jika pemerintah tidak dapat segera memberikan kepastian kebijakan yang solid dan transparan, risiko capital flight asing akan semakin besar dan pasar saham domestik sulit pulih dengan cepat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.