IHSG Anjlok 3,8%, Aksi Jual Panik dan Penurunan Peringkat Menekan Pasar Saham
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
18 Mar 2025
210 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
IHSG mengalami penurunan signifikan akibat aksi jual yang dipicu oleh kekhawatiran investor.
Sektor bahan baku dan utilitas menjadi penyebab utama penurunan IHSG.
Penurunan peringkat pasar saham Indonesia oleh Goldman Sachs menambah tekanan pada pasar.
Pada tanggal 18 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup tajam, sempat anjlok hingga 7% sebelum akhirnya ditutup turun 3,84% di level 6.223,39. Penurunan ini disebabkan oleh sektor bahan baku dan utilitas yang mengalami penurunan signifikan, dengan bahan baku turun 10,4%. Banyak saham yang mengalami penurunan, termasuk saham DCI Indonesia yang menyentuh batas bawah dan berkontribusi besar terhadap penurunan IHSG.
Analis menyebutkan bahwa penurunan ini terjadi karena banyak investor yang panik dan melakukan aksi jual. Selain itu, ada juga isu mengenai mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani yang membuat pasar saham lesu. Penurunan peringkat pasar saham Indonesia oleh Goldman Sachs dan Morgan Stanley juga menjadi faktor yang memperburuk situasi, membuat investor khawatir tentang prospek ekonomi Indonesia. Aksi jual asing di bursa saham juga meningkat, dengan catatan penjualan bersih yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir.
Analisis Ahli
Janeman Latul
Pemain tambang metal tidak terpengaruh oleh fluktuasi harian karena mereka fokus pada investasi jangka panjang 15-20 tahun.


