Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IHSG Anjlok Tajam, Bursa Efek Indonesia Harus Ambil Langkah Cepat

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
18 Mar 2025
101 dibaca
1 menit
IHSG Anjlok Tajam, Bursa Efek Indonesia Harus Ambil Langkah Cepat

Rangkuman 15 Detik

IHSG mengalami penurunan signifikan yang dipicu oleh aksi jual investor asing.
Penurunan peringkat oleh Goldman Sachs dan Morgan Stanley mencerminkan kekhawatiran terhadap risiko fiskal di Indonesia.
Isu politik, termasuk kemungkinan mundurnya Menteri Keuangan, turut mempengaruhi sentimen pasar saham.
Pada hari Selasa, 18 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, bahkan sempat dihentikan sementara karena anjlok lebih dari 5%. Penurunan ini disebabkan oleh aksi jual besar-besaran dari para investor yang merasa panik, serta isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Direktur Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, menjelaskan bahwa penurunan IHSG sudah terjadi sejak pekan lalu dan banyak dipengaruhi oleh investor asing yang sedang menunggu perkembangan lebih lanjut. Selain itu, penurunan peringkat pasar saham Indonesia oleh perusahaan investasi besar seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley juga berkontribusi pada kondisi ini. Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia dari "overweight" menjadi "market weight" karena khawatir akan risiko fiskal dari kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Akibatnya, banyak investor asing melakukan aksi jual, dengan total penjualan bersih mencapai Rp 57,8 triliun dalam enam bulan terakhir.

Analisis Ahli

Iman Rachman
Penurunan IHSG sudah terjadi sejak pekan lalu dan terbesar karena aksi jual asing yang saat ini masih dalam tahap wait and see.
Analis Pasar Saham
Koreksi IHSG mencerminkan panic selling dari investor lokal dan asing, dipicu oleh ketidakpastian isu internal dan eksternal.