Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Saham Indonesia Ambruk 6% Dipicu Defisit Fiskal dan Geopolitik Global

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
18 Mar 2025
63 dibaca
1 menit
Pasar Saham Indonesia Ambruk 6% Dipicu Defisit Fiskal dan Geopolitik Global

Rangkuman 15 Detik

Pasar saham Indonesia mengalami penurunan yang signifikan akibat sentimen negatif domestik.
Defisit APBN dan penurunan penerimaan pajak menjadi tantangan besar bagi ekonomi Indonesia.
Pelaku pasar masih optimis terhadap potensi Danantara meskipun ada tantangan yang dihadapi.
Pasar saham Indonesia mengalami penurunan lebih dari 6% pada hari Selasa (18/3), yang menyebabkan Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan. Para analis menyebutkan bahwa sentimen negatif di pasar disebabkan oleh kondisi ekonomi yang lemah, terutama di kalangan kelas menengah, serta dampak dari kebijakan ekonomi luar negeri, seperti yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump. Selain itu, nilai tukar rupiah juga melemah, dan banyak investor khawatir tentang defisit anggaran negara yang semakin besar. Kondisi ini membuat banyak pelaku pasar beralih ke investasi yang lebih aman, seperti obligasi, karena saham dianggap kurang menarik. Penerimaan pajak yang menurun dan belanja pemerintah yang berkurang juga menambah kekhawatiran tentang risiko fiskal di Indonesia. Para analis berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang mendukung pasar modal untuk memperbaiki situasi ini.

Analisis Ahli

Nafan Aji Gusta
Sentimen negatif cukup kuat di pasar Indonesia, terutama dari sisi domestik, yang dipicu oleh melemahnya kelas menengah dan kondisi makro ekonomi yang kurang kondusif.
Maximilianus Nicodemus
Tensi geopolitik global dan defisit fiskal yang melebar menjadi faktor utama penurunan IHSG, serta sulitnya Bank Indonesia menurunkan suku bunga akibat kondisi tersebut.