Pasar Modal Indonesia Ambruk, Airlangga Hartarto Ungkap Tiga Penyebab Utama
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
18 Mar 2025
198 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pasar modal Indonesia mengalami penurunan signifikan akibat ketidakpastian kebijakan moneter.
Kinerja keuangan emiten yang buruk turut mempengaruhi kondisi pasar.
Regulasi trading halt perlu ditinjau kembali untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan penyebab penurunan pasar modal Indonesia yang terjadi baru-baru ini. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kondisi ini. Pertama, investor masih menunggu kepastian dari rapat FOMC bank sentral AS dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan datang. Kedua, beberapa perusahaan mencatatkan kinerja keuangan yang buruk, sehingga harga saham mereka turun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan, bahkan sempat dihentikan sementara karena turun lebih dari 5%. Airlangga juga menyatakan bahwa aturan trading halt yang ada perlu ditinjau kembali, karena aturan tersebut dibuat saat pandemi COVID-19 dan mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.
Analisis Ahli
Sri Mulyani (Menteri Keuangan Indonesia)
Penyesuaian kebijakan moneter dan regulasi pasar modal sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global dan domestik.Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia)
Pengambilan keputusan yang tepat dalam rapat Dewan Gubernur BI harus dikomunikasikan dengan transparan agar pasar merespons dengan tenang.
