Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Modal Indonesia Ambruk, Airlangga Hartarto Ungkap Tiga Penyebab Utama

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
18 Mar 2025
295 dibaca
1 menit
Pasar Modal Indonesia Ambruk, Airlangga Hartarto Ungkap Tiga Penyebab Utama

AI summary

Pasar modal Indonesia mengalami penurunan signifikan akibat ketidakpastian kebijakan moneter.
Kinerja keuangan emiten yang buruk turut mempengaruhi kondisi pasar.
Regulasi trading halt perlu ditinjau kembali untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan penyebab penurunan pasar modal Indonesia yang terjadi baru-baru ini. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kondisi ini. Pertama, investor masih menunggu kepastian dari rapat FOMC bank sentral AS dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan datang. Kedua, beberapa perusahaan mencatatkan kinerja keuangan yang buruk, sehingga harga saham mereka turun.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan, bahkan sempat dihentikan sementara karena turun lebih dari 5%. Airlangga juga menyatakan bahwa aturan trading halt yang ada perlu ditinjau kembali, karena aturan tersebut dibuat saat pandemi COVID-19 dan mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Experts Analysis

Sri Mulyani (Menteri Keuangan Indonesia)
Penyesuaian kebijakan moneter dan regulasi pasar modal sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global dan domestik.
Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia)
Pengambilan keputusan yang tepat dalam rapat Dewan Gubernur BI harus dikomunikasikan dengan transparan agar pasar merespons dengan tenang.
Editorial Note
Ketidakpastian global memang sangat memengaruhi pasar modal Indonesia sehingga perlu adanya strategi komunikasi yang lebih baik dari regulator dan pemerintah untuk menenangkan investor. Selain itu, revisi aturan trading halt harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan efek negatif berupa kepanikan pasar yang lebih besar.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.