Penurunan Impor Saat Ramadan Wajah Baru Daya Beli di Indonesia 2024
Bisnis
Ekonomi Makro
18 Mar 2025
20 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Impor barang konsumsi mengalami penurunan signifikan menjelang Ramadan dan Lebaran.
Melemahnya daya beli masyarakat berpotensi menyebabkan surplus perdagangan yang lebih tinggi.
Kebijakan moneter BI mungkin akan lebih longgar untuk merespons perlambatan ekonomi.
Impor barang konsumsi di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada Februari 2025, impor barang konsumsi hanya mencapai US$ 1,47 miliar, turun 10,61% dibanding Januari dan 21,05% dibanding Februari tahun lalu. Hal ini mengejutkan karena biasanya, saat Ramadan dan Lebaran, masyarakat cenderung berbelanja lebih banyak, sehingga permintaan barang konsumsi meningkat.
Ekonom dari Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mandiri mengaitkan penurunan ini dengan melemahnya daya beli masyarakat, terutama di kalangan kelas menengah ke bawah. Mereka memperkirakan bahwa jika kondisi ini berlanjut, Bank Indonesia mungkin akan menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, mereka juga menyebutkan bahwa ketidakpastian global dan faktor lainnya bisa membuat Bank Indonesia berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Analisis Ahli
Barra Kukuh Mamia
Melambatnya impor sejalan dengan perlambatan aktivitas bisnis yang diukur Intrabiz BCA menandakan kehati-hatian pelaku usaha dan konsumsi masyarakat yang menurun.Andry Asmoro
Turunnya impor barang konsumsi 21,05% (yoy) menunjukkan daya beli domestik melemah terutama di kalangan kelas menengah ke bawah, yang sangat berpengaruh pada konsumsi dan perdagangan.


