Pemerintah Tidak Izinkan Impor Beras CBP di 2025, Produksi Dalam Negeri Surplus
Bisnis
Ekonomi Makro
18 Mar 2025
245 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah Indonesia tidak akan mengeluarkan izin impor beras untuk Cadangan Beras Pemerintah sepanjang tahun 2025.
Impor beras Indonesia pada awal tahun 2025 mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Produksi beras dalam negeri diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga tahun depan.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan memberikan izin impor beras untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) atau beras Bulog sepanjang tahun 2025. Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya impor beras sebanyak 95,94 ribu ton pada Januari-Februari 2025, Budi menjelaskan bahwa beras yang diimpor kemungkinan besar adalah beras khusus, bukan untuk CBP Bulog. Ia menekankan bahwa tidak ada izin impor beras untuk CBP Bulog yang dikeluarkan pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga optimis bahwa Indonesia tidak perlu melakukan impor beras hingga tahun depan. Ia menyebutkan bahwa produksi beras dalam negeri untuk bulan Januari hingga April mencapai 13,9 juta ton, sementara konsumsi beras nasional hanya sekitar 10,4 juta ton. Dengan demikian, Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus beras sebesar 3,5 juta ton hingga bulan April.
Analisis Ahli
Zulkifli Hasan
Produksi beras nasional yang mencapai 13,9 juta ton dan konsumsi 10,4 juta ton menunjukkan surplus cukup besar, sehingga impor tidak diperlukan dan pemerintah harus optimalkan distribusi agar surplus tersebut tidak menjadi masalah penumpukan.Budi Santoso
Impor beras yang terjadi kemungkinan besar bukan untuk cadangan beras Bulog melainkan beras khusus, sehingga pemerintah sudah mengatur secara ketat untuk menjaga neraca komoditas beras nasional.


