Pemerintah Tetapkan Harga Gabah Rp 6.500 untuk Dukung Petani dan Hindari Impor Beras
Bisnis
Ekonomi Makro
19 Mar 2025
24 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah menetapkan harga beli gabah kering panen sebesar Rp 6.500 per kg untuk mendukung petani.
Produksi beras Indonesia mencapai 13,5 juta ton, yang merupakan yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir.
Dengan penyerapan yang baik oleh Bulog, pemerintah optimis tidak perlu melakukan impor beras hingga akhir 2026.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan harga beli gabah kering panen (GKP) oleh Perum Bulog sebesar Rp 6.500 per kg. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, kebijakan ini membuat petani senang karena harga tersebut sesuai harapan mereka. Sebelumnya, saat harga gabah hanya Rp 4.500 per kg, Bulog kesulitan mendapatkan beras karena harus bersaing dengan tengkulak.
Saat ini, produksi beras di Indonesia mencapai 13,5 juta ton, yang merupakan yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Dengan kebutuhan beras rata-rata 2,6 juta ton, stok beras masih cukup banyak, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor. Zulkifli Hasan berharap jika Bulog bisa menyerap 1,5 juta ton beras hingga akhir 2026, Indonesia tidak akan perlu mengimpor beras lagi.
Analisis Ahli
Zulkifli Hasan
Harga beli gabah yang lebih tinggi akan membuat petani lebih termotivasi dan Bulog lebih mudah mendapatkan gabah tanpa bersaing dengan tengkulak.Ekonom Pertanian
Penyesuaian harga ini penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.Analis Pangan Nasional
Stok beras yang cukup dan peningkatan produksi dapat memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas harga pasar.

