Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Impor Beras Baru Tahun 2025, Ini Penjelasannya

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
18 Mar 2025
39 dibaca
1 menit
Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Impor Beras Baru Tahun 2025, Ini Penjelasannya

AI summary

Impor beras Indonesia pada awal tahun 2025 masih terjadi meskipun pemerintah telah menutup keran impor.
Sebagian besar volume impor beras berasal dari negara-negara seperti India, Vietnam, dan Thailand.
Sisa impor beras di tahun 2025 merupakan akibat dari penugasan impor tahun sebelumnya yang terhambat oleh cuaca ekstrem.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indonesia masih mengimpor beras pada Januari-Februari 2025, meskipun pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan impor beras tahun ini. Total impor beras selama dua bulan tersebut mencapai 95,94 ribu ton, yang turun drastis 89,11% dibandingkan tahun lalu. Sebagian besar beras yang diimpor berasal dari India, Vietnam, dan Thailand.Direktur Supply Chain Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, menjelaskan bahwa impor beras yang tercatat adalah sisa dari penugasan impor tahun 2024, bukan impor baru. Keterlambatan pengiriman disebabkan oleh cuaca ekstrem di akhir tahun lalu. Ia memastikan bahwa semua proses bongkar muat beras impor telah selesai pada pertengahan Februari 2025, sehingga angka impor tersebut tidak menunjukkan adanya impor baru untuk tahun ini.

Experts Analysis

Dr. Agus Santoso (Pakarnya Kebijakan Pangan Indonesia)
Kebijakan menutup impor beras sangat strategis untuk kedaulatan pangan nasional, namun perlu diiringi perencanaan yang matang dalam menghadapi ketidakpastian cuaca agar tidak terjadi kekosongan stok.
Prof. Siti Nurhaliza (Ahli Ekonomi Pertanian)
Penurunan impor beras yang drastis adalah indikasi positif keberhasilan kebijakan, namun pemantauan distribusi dan kualitas produksi domestik harus diperketat untuk memastikan pasokan stabil.
Editorial Note
Penegasan Bulog dan pemerintah terkait tidak adanya impor beras baru di 2025 sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan swasembada pangan. Namun, tantangan cuaca ekstrem yang menyebabkan keterlambatan pengiriman dan bongkar muat kapal impor juga menjadi sinyal bahwa ketahanan pasokan pangan harus terus diperkuat dengan diversifikasi sumber dan peningkatan produksi lokal.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.