IHSG Turun, Konsumsi Terkoreksi Jelang Ramadan dan Bank Indonesia Pantau Kebijakan Suku Bunga
Bisnis
Ekonomi Makro
18 Mar 2025
31 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
IHSG mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan.
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus yang berkelanjutan, meskipun ada penurunan impor barang konsumsi.
Pembayaran Tunjangan Hari Raya diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat menjelang lebaran.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan pada 18 Maret 2025, dengan nilai transaksi mencapai Rp 984 miliar. Sebanyak 186 saham menguat, sementara 199 saham melemah. Sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kenaikan. Penurunan ini dipengaruhi oleh emiten teknologi dan perbankan, serta adanya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung selama dua hari untuk membahas kebijakan moneter.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,12 miliar pada Februari 2025, tetapi impor barang konsumsi justru menurun menjelang Ramadan. Hal ini menunjukkan lemahnya daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah mulai mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai negeri, yang diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat menjelang lebaran. Namun, survei menunjukkan bahwa banyak ahli ekonomi merasa kondisi ekonomi saat ini memburuk dibandingkan beberapa bulan lalu.
Analisis Ahli
LPEM FEB UI
Mayoritas ahli menilai bahwa kondisi ekonomi memburuk dibanding tiga bulan sebelumnya dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan menurun, meski tidak sampai mengalami kontraksi drastis.


