IHSG Ambles, Saham Teknologi dan Perbankan Jadi Tekanan Besar Pasar Saham
Bisnis
Ekonomi Makro
18 Mar 2025
208 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
IHSG mengalami penurunan signifikan dipicu oleh emiten teknologi dan perbankan.
Saham DCI Indonesia mengalami penurunan drastis setelah sebelumnya mengalami kenaikan yang tajam.
Survei LPEM UI menunjukkan pandangan pesimis para ahli terhadap kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Pada pembukaan perdagangan Selasa (18/3/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 2,17% menjadi 6.331,65. Nilai transaksi mencapai Rp 2,94 triliun dengan 186 saham menguat, 199 melemah, dan 179 stagnan. Sektor transportasi satu-satunya yang mengalami kenaikan, sementara emiten teknologi dan perbankan menjadi penyebab utama penurunan IHSG. Salah satu saham yang paling tertekan adalah DCI Indonesia (DCII) yang turun 20% setelah sebelumnya mengalami kenaikan yang sangat pesat.
Selain itu, survei oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) menunjukkan bahwa mayoritas ahli ekonomi merasa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu. Mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi ke depan akan lebih rendah, meskipun tidak ada yang menganggap akan terjadi kontraksi yang sangat kuat. Hasil survei ini mencerminkan pandangan pesimis terhadap keadaan ekonomi saat ini.
Analisis Ahli
Toto Sugiri
Pengumuman rencana stock split DCII memicu fluktuasi tajam yang sebenarnya mencerminkan spekulasi pasar yang belum matang.Ekonom LPEM FEB UI
Mayoritas ahli ekonomi menunjukkan pesimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini, menandakan perlunya kebijakan yang lebih proaktif untuk membalikkan tren ekonomi negatif.


