Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenaikan Harga Emas Pasca Tarif Trump di Tengah Kekhawatiran Ekonomi AS

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
03 Mar 2025
96 dibaca
1 menit
Kenaikan Harga Emas Pasca Tarif Trump di Tengah Kekhawatiran Ekonomi AS

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga emas dipicu oleh ketidakpastian ekonomi dan kebijakan tarif yang diusulkan.
Tarif yang direncanakan dapat mempengaruhi hubungan perdagangan AS dengan Kanada dan Cina.
Investor mengharapkan penurunan suku bunga dari Federal Reserve sebagai respons terhadap data ekonomi yang lemah.
Harga emas naik setelah mengalami penurunan tajam minggu lalu, karena investor mempertimbangkan prospek ekonomi saat Presiden AS Donald Trump bersiap untuk menerapkan tarif impor terhadap mitra dagang utama. Emas diperdagangkan di atas Rp 47.76 juta ($2,860) per ons setelah mencatatkan kerugian mingguan pertama di tahun 2025. Trump berencana mengenakan tarif 25% pada Kanada dan Meksiko, serta menggandakan tarif pada China. Kekhawatiran tentang dampak tarif ini pada ekonomi AS yang sudah menunjukkan tanda-tanda melambat membuat emas semakin menarik sebagai aset aman. Data ekonomi AS terbaru juga menimbulkan kekhawatiran bahwa negara tersebut mungkin memasuki periode stagflasi, di mana pertumbuhan ekonomi lambat tetapi harga tetap tinggi. Hal ini dapat mendukung harga emas, yang dianggap sebagai penyimpan nilai di masa ketidakpastian. Pada pagi hari di London, harga emas naik 0,2% menjadi Rp 47.80 juta ($2,862) .61 per ons, setelah akhir pekan lalu turun 2,7%.

Analisis Ahli

Priyanka Sachdeva
Angka tenaga kerja yang lemah dapat mendorong Federal Reserve mempertimbangkan pemotongan suku bunga, yang pada akhirnya akan mendukung harga emas.