Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Subsidi Energi dan Non Energi 2025: Kebijakan Baru Tingkatkan Volume dan Efisiensi

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (1y ago) fiscal-policy (1y ago)
13 Mar 2025
145 dibaca
1 menit
Subsidi Energi dan Non Energi 2025: Kebijakan Baru Tingkatkan Volume dan Efisiensi

Rangkuman 15 Detik

Belanja subsidi energi mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Pemerintah meningkatkan penyaluran subsidi pupuk untuk mendukung petani.
Program Diskon Listrik memberikan manfaat bagi jutaan pelanggan di Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan subsidi energi sebesar Rp 10,6 triliun hingga akhir Februari 2025, yang turun 26,02% dibandingkan tahun lalu. Meskipun demikian, subsidi non-energi meningkat drastis menjadi Rp 53,6 miliar. Secara keseluruhan, total anggaran subsidi dan kompensasi yang terserap dalam dua bulan pertama tahun ini mencapai Rp 10,7 triliun. Jumlah pelanggan listrik bersubsidi juga meningkat menjadi 41,8 juta, dan penyaluran pupuk bersubsidi naik 49,4% menjadi 1,3 juta ton. Pemerintah telah menyiapkan total anggaran subsidi dan kompensasi sebesar Rp 394,3 triliun untuk tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 386,9 triliun. Rincian subsidi energi untuk tahun ini mencakup Rp 26,7 triliun untuk BBM, Rp 87 triliun untuk LPG 3 kg, dan Rp 89,7 triliun untuk listrik. Sementara itu, kompensasi ditargetkan sebesar Rp 190,9 triliun.

Analisis Ahli

Suahasil Nazara
Peningkatan volume subsidi di berbagai sektor menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah sudah berjalan sesuai target untuk mendukung kebutuhan masyarakat, meski ada penyesuaian anggaran.
Menteri Pertanian
Penataan ulang penyaluran pupuk bersubsidi meningkatkan distribusi yang lebih merata dan bermanfaat, membantu stabilitas sektor pertanian.