Pemerintah Pastikan Subsidi BBM Rp150 Triliun Tepat Sasaran Lewat Barcode
Finansial
Kebijakan Fiskal
19 Mar 2025
133 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk subsidi BBM, mencapai Rp 150 triliun per tahun.
Penggunaan barcode diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan subsidi BBM dan memastikan penyaluran tepat sasaran.
BPH Migas terus berupaya melakukan penataan dalam penyaluran BBM bersubsidi agar lebih efektif.
Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, mengalokasikan subsidi sebesar Rp 150 triliun setiap tahun untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar Subsidi dan Pertalite. Subsidi ini bertujuan agar masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan BBM dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, penyaluran subsidi ini harus dilakukan dengan tepat agar tidak disalahgunakan.
Salah satu cara untuk memastikan subsidi sampai kepada orang yang tepat adalah dengan menggunakan sistem barcode. Hanya masyarakat yang berhak yang akan memiliki barcode ini saat membeli BBM bersubsidi. Meskipun sistem ini belum sempurna, pemerintah terus berusaha untuk memperbaiki penyaluran BBM bersubsidi agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Analisis Ahli
Ekonom Energi
Subsidi BBM harus dibarengi dengan kebijakan yang mengedepankan transparansi dan teknologi untuk memastikan subsidi dinikmati oleh masyarakat berpendapatan rendah dan mengurangi pemborosan anggaran negara.
