Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Krisis Gazprom: Dari Raksasa Gas Eropa ke Pasar Domestik yang Tertekan

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
13 Mar 2025
217 dibaca
1 menit
Krisis Gazprom: Dari Raksasa Gas Eropa ke Pasar Domestik yang Tertekan

Rangkuman 15 Detik

Gazprom mengalami penurunan drastis akibat kehilangan pasar Eropa setelah sanksi internasional.
Perusahaan sedang mempertimbangkan pemecatan besar-besaran dan penjualan aset mewah.
Rusia berusaha untuk mengalihkan ekspor gas ke China, tetapi kapasitas pipa terbatas.
Gazprom, perusahaan gas negara Rusia, mengalami penurunan besar setelah kehilangan pasar Eropa akibat perang di Ukraina. CEO Gazprom, Alexei Miller, yang dulu optimis tentang masa depan perusahaan, kini mempertimbangkan untuk menjual gedung mewah di St. Petersburg dan memotong ribuan pekerjaan. Jumlah karyawan di unit ekspor Gazprom telah menyusut dari 600 menjadi hanya beberapa puluh orang, dan perusahaan mengalami kerugian besar, termasuk kerugian bersih sebesar Rp 116.90 triliun ($7 miliar) pada tahun 2023. Meskipun Rusia berusaha untuk menjual gas ke China, kapasitas pipa yang ada tidak cukup untuk menggantikan pasar Eropa yang hilang. Banyak proyek gas ke China masih dalam tahap pembicaraan dan belum ada kesepakatan yang jelas. Para analis memperkirakan bahwa pendapatan ekspor gas Rusia bisa turun hingga 80% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2022.

Analisis Ahli

Alexei Grivach
Gazprom kini diberi tugas sosial menyediakan pasokan gas yang aman dan terjangkau bagi ekonomi domestik, menunjukkan pergeseran peran dari perusahaan dengan ambisi ekspor besar ke penyedia domestik yang lebih fokus pada kebutuhan rakyat.
Cederic Cremers
Ketergantungan Eropa pada gas Rusia tidak akan kembali begitu saja mengingat konflik hukum dan keinginan kuat Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada energi Rusia.