Gazprom Terpaksa Jual Properti Mewah Akibat Krisis Gas Eropa
Bisnis
Ekonomi Makro
13 Mar 2025
33 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Gazprom mengalami kesulitan besar akibat sanksi dan penutupan pipa gas.
Eropa berusaha mencari alternatif pasokan energi setelah ketergantungan pada gas Rusia.
Novatek menjadi pemain utama dalam produksi LNG, menggeser posisi Gazprom di pasar energi.
Gazprom, perusahaan gas milik negara Rusia, terpaksa menjual properti mewahnya setelah bisnisnya di Eropa mengalami keruntuhan akibat invasi Rusia ke Ukraina. Mereka berencana menjual kantor pusat bergaya palazzo di Italia dan gedung mewah lainnya, karena pasokan gas ke Eropa menurun drastis setelah sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Eropa. Sebelumnya, Gazprom sangat bergantung pada pasokan gas melalui pipa, tetapi kini hampir semua jalur pasokan tersebut telah ditutup.
Meskipun beberapa negara Eropa masih mengimpor gas alam cair (LNG) dari Rusia, hubungan Gazprom dengan Eropa telah rusak. Perusahaan ini telah mengurangi jumlah karyawan di divisi ekspornya dari 600 menjadi hanya beberapa puluh orang. Meskipun ada harapan bahwa pasokan gas Rusia bisa kembali ke Eropa jika terjadi kesepakatan damai, para pemimpin Eropa kini lebih berhati-hati dan mencari sumber gas alternatif dari negara lain seperti Amerika Serikat.
Analisis Ahli
Ashley Kelty
Kemungkinan aliran gas Rusia ke Eropa bisa dilanjutkan jika ada damai di Ukraina, tapi secara politik hubungan itu akan jauh lebih berhati-hati dan bersifat sebagai pelengkap bukan sebagai sumber utama.