Putin Buka Peluang Kerjasama Gas Rusia-AS, Harga Gas Eropa Turun
Bisnis
Ekonomi Makro
13 Mar 2025
97 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pernyataan Putin dapat mempengaruhi dinamika pasokan gas ke Eropa.
Uni Eropa berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada gas Rusia.
Perusahaan energi Eropa mulai menghentikan kontrak dengan Gazprom sebagai respons terhadap situasi geopolitik.
Futures gas Eropa turun hingga 4,5% setelah Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa kemungkinan kesepakatan kerjasama energi antara Moskow dan Washington dapat meningkatkan aliran gas Rusia ke Eropa. Setelah invasi Rusia ke Ukraina, Uni Eropa berusaha mengurangi ketergantungan pada gas Rusia. Sejak awal tahun, Rusia hanya mengirimkan sebagian kecil gasnya ke Eropa melalui pipa TurkStream, setelah menghentikan transit gas melalui Ukraina.
Putin mengatakan bahwa jika AS dan Rusia sepakat untuk bekerja sama di sektor energi, maka pipa gas untuk Eropa bisa terjamin, yang akan menguntungkan Eropa dengan mendapatkan gas Rusia yang lebih murah. Namun, banyak perusahaan dan pemerintah Eropa yang enggan untuk menandatangani kontrak baru dengan Gazprom, perusahaan gas Rusia, karena situasi politik saat ini. Uni Eropa juga sedang menyusun rencana untuk mengurangi impor energi dari Rusia hingga tahun 2027.
Analisis Ahli
Fatih Birol (Direktur Eksekutif IEA)
Kerjasama energi yang menguntungkan semua pihak sangat kompleks dan tergantung pada stabilitas politik. Uni Eropa harus tetap fokus pada transisi energinya dan jangan hanya mengandalkan pasokan dari Rusia.