Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Korea Selatan Bersiap Hadapi Dampak Tarif Baja 25% dari AS

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
13 Mar 2025
197 dibaca
1 menit
Korea Selatan Bersiap Hadapi Dampak Tarif Baja 25% dari AS

Rangkuman 15 Detik

Korea Selatan berusaha untuk melindungi industri dalam negeri dari dampak tarif AS.
Negosiasi dengan pemerintah AS menjadi prioritas untuk menghindari gangguan pasar.
Tarif yang diterapkan dapat memperburuk kondisi pasar global untuk industri besi dan aluminium.
Presiden Sementara Korea Selatan, Choi Sang-mok, meminta para pembuat kebijakan untuk bersiap menghadapi kemungkinan gangguan pasar setelah Presiden Donald Trump menerapkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium global. Meskipun Korea Selatan adalah produsen logam besar, mereka tidak langsung membalas tindakan tersebut. Sebagai gantinya, mereka mengirim menteri perdagangan ke Washington untuk mempercepat negosiasi dengan pemerintah AS. Choi juga meminta agar pemerintah memastikan bahwa pasokan baja yang tidak bisa diekspor tidak mengganggu pasar domestik. Menteri Perindustrian Korea Selatan, Ahn Duk-geun, mengadakan pertemuan dengan pemimpin bisnis untuk membahas cara menghadapi tarif AS. Pemerintah berencana untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi industri mereka, termasuk memantau impor dan upaya untuk menghindari tarif. Ahn juga mendorong perusahaan untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak di AS dan berbagi informasi secara langsung. Trump sebelumnya mengklaim bahwa Korea Selatan memiliki tarif yang lebih tidak adil terhadap produk AS dibandingkan dengan China, tetapi Korea Selatan membantah klaim tersebut.

Analisis Ahli

Dr. Lee Min-ho, Ekonom Perdagangan Internasional
Tarif impor seperti ini cenderung memperburuk ketidakseimbangan perdagangan global dan menimbulkan resistensi dari negara-negara mitra dagang utama seperti Korea Selatan. Solusi jangka panjang harus melibatkan dialog multilateral agar ketegangan tidak meluas ke sektor lainnya.