Korea Selatan Siapkan Strategi Hadapi Tarif Baja AS 25 Persen
Bisnis
Ekonomi Makro
13 Mar 2025
38 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Korea Selatan berusaha untuk merespons kebijakan tarif AS dengan melakukan negosiasi.
Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk melindungi industri domestik dari dampak tarif.
Tarif yang diterapkan dapat memperburuk situasi oversupply di pasar baja global.
Presiden Sementara Korea Selatan, Choi Sang-mok, meminta para pembuat kebijakan untuk bersiap menghadapi kemungkinan gangguan pasar setelah Presiden Donald Trump menerapkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium global. Meskipun Korea Selatan adalah produsen logam besar, mereka tidak langsung membalas langkah tersebut. Sebagai gantinya, mereka mengirim menteri perdagangan ke Washington untuk mempercepat negosiasi dengan pemerintah AS. Choi juga meminta agar pemerintah memastikan bahwa pasokan baja yang tidak bisa diekspor tidak mengganggu pasar domestik.
Menteri Perindustrian Korea Selatan, Ahn Duk-geun, mengadakan pertemuan dengan pemimpin bisnis untuk membahas cara menghadapi tarif AS. Pemerintah berencana untuk mengawasi impor dan mengatasi masalah impor yang tidak adil. Ahn menekankan pentingnya perusahaan untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak di AS dan berbagi informasi secara langsung. Korea Selatan mengandalkan perdagangan untuk pertumbuhan ekonominya, dan banyak perusahaan besar mereka menghasilkan pendapatan dari luar negeri.
Analisis Ahli
Eun Kyung Lee, Profesor Ekonomi Universitas Nasional Seoul
Kebijakan tarif AS cenderung mengganggu rantai pasok global dan memperbesar ketidakpastian pasar, khususnya bagi negara-negara yang bergantung pada ekspor logam. Korea Selatan harus mengadopsi strategi diversifikasi pasar dan peningkatan daya saing produk untuk menghadapi tantangan ini.