AI summary
Korea Selatan berusaha untuk merespons kebijakan tarif AS dengan melakukan negosiasi. Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk melindungi industri domestik dari dampak tarif. Tarif yang diterapkan dapat memperburuk situasi oversupply di pasar baja global. Presiden Sementara Korea Selatan, Choi Sang-mok, meminta para pembuat kebijakan untuk bersiap menghadapi kemungkinan gangguan pasar setelah Presiden Donald Trump menerapkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium global. Meskipun Korea Selatan adalah produsen logam besar, mereka tidak langsung membalas langkah tersebut. Sebagai gantinya, mereka mengirim menteri perdagangan ke Washington untuk mempercepat negosiasi dengan pemerintah AS. Choi juga meminta agar pemerintah memastikan bahwa pasokan baja yang tidak bisa diekspor tidak mengganggu pasar domestik.Menteri Perindustrian Korea Selatan, Ahn Duk-geun, mengadakan pertemuan dengan pemimpin bisnis untuk membahas cara menghadapi tarif AS. Pemerintah berencana untuk mengawasi impor dan mengatasi masalah impor yang tidak adil. Ahn menekankan pentingnya perusahaan untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak di AS dan berbagi informasi secara langsung. Korea Selatan mengandalkan perdagangan untuk pertumbuhan ekonominya, dan banyak perusahaan besar mereka menghasilkan pendapatan dari luar negeri.
Langkah Korea Selatan yang memilih negosiasi sebelum mengambil tindakan balasan menunjukkan pendekatan pragmatis dan diplomatis yang bijak di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, tekanan dari tarif AS berpotensi memicu perlambatan di sektor baja domestik yang sangat bergantung pada ekspor, sehingga perlu adanya keterlibatan aktif pemerintah dan perusahaan untuk meminimalisir risiko tersebut.