Korea Selatan Minta Bebas Tarif AS Karena Sudah Terapkan Tarif Rendah
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Feb 2025
262 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Korea Selatan meminta pengecualian dari tarif perdagangan AS karena sudah menerapkan tarif rendah.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan dipengaruhi oleh kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS.
Dampak tarif pada semikonduktor dan mobil dapat lebih merugikan ekonomi Korea Selatan dibandingkan dengan tarif baja dan aluminium.
Pemerintah Korea Selatan telah meminta kepada pemerintahan Trump untuk mengecualikan negara mereka dari rencana tarif agresif yang akan diterapkan pada mitra dagang. Mereka menekankan bahwa Korea Selatan sudah menerapkan tarif rendah pada produk-produk Amerika berdasarkan perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara. Permintaan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Park Jong-won saat kunjungannya ke Washington untuk bertemu dengan pejabat dari Gedung Putih dan Departemen Perdagangan.
Korea Selatan juga mengkhawatirkan dampak dari tarif yang diperluas oleh Trump, terutama pada sektor semikonduktor dan mobil, yang dapat merugikan ekonomi mereka yang sangat bergantung pada perdagangan. Meskipun tarif baja dan aluminium tidak berdampak besar karena hanya kurang dari 1% ekspor mereka ke AS, mereka tetap ingin memastikan bahwa posisi Korea Selatan dipahami dengan baik oleh pejabat AS.
Analisis Ahli
Paul Krugman
Kebijakan tarif yang agresif seperti yang dilakukan AS biasanya berdampak buruk bagi negara-negara mitra dagang yang bergantung pada ekspor, dan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global.Carmen Reinhart
Respons cepat Korea Selatan dengan melibatkan instansi terkait merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko dan menunjukkan bahwa kerjasama bilateral masih bisa dilanjutkan meskipun ada tekanan tarif.