Pasar Minyak Stagnan Setelah Inflasi AS Melambat dan Produksi OPEC Meningkat
Bisnis
Ekonomi Makro
13 Mar 2025
217 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga minyak stabil setelah inflasi AS menurun.
Produksi OPEC meningkat, dengan Kazakhstan melanggar batas produksi.
Para pedagang minyak menjadi lebih pesimis tentang prospek harga minyak.
Minyak stabil setelah mengalami kenaikan terbesar dalam dua minggu, didorong oleh penurunan inflasi di AS yang meningkatkan sentimen pasar keuangan. Minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di bawah Rp 1.14 juta ($68) per barel setelah naik 2,2% pada hari Rabu, sementara minyak Brent mendekati Rp 1.19 juta ($71) . Data menunjukkan bahwa harga konsumen di AS naik dengan laju terendah dalam empat bulan, meskipun para ekonom memperkirakan bahwa perang dagang yang meningkat akan membuat harga barang seperti makanan dan pakaian naik dalam beberapa bulan mendatang.
Produksi minyak dari OPEC dan sekutunya meningkat bulan lalu, dengan Kazakhstan melanggar batas produksi yang disepakati. Meskipun demikian, Kazakhstan mengatakan telah setuju dengan perusahaan minyak internasional untuk mengurangi produksinya. Beberapa trader minyak besar mulai pesimis tentang prospek harga minyak karena pasokan mulai melebihi permintaan.
Analisis Ahli
Daniel Yergin
Kenaikan produksi minyak OPEC dan risiko perang dagang menunjukkan pasar yang tidak stabil, sehingga investor dan produsen perlu memantau dinamika geopolitik dan ekonomi dengan sangat cermat.Fatih Birol
Perlambatan inflasi AS tidak otomatis meningkatkan permintaan minyak; faktor geopolitik dan kebijakan produksi OPEC memainkan peran utama dalam menentukan harga minyak ke depan.