Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Naik Karena Prediksi Surplus Global Dipangkas dan Risiko Geopolitik Meningkat

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
12 Mar 2025
63 dibaca
1 menit
Harga Minyak Naik Karena Prediksi Surplus Global Dipangkas dan Risiko Geopolitik Meningkat

Rangkuman 15 Detik

Peramalan surplus minyak global telah direvisi turun oleh AS dan lembaga lainnya.
Kondisi geopolitik, termasuk konflik di Ukraina dan Yaman, dapat mempengaruhi pasar minyak.
Inventaris minyak di Cushing menunjukkan tanda-tanda penurunan, yang dapat mempengaruhi harga minyak WTI.
Minyak mentah mengalami kenaikan harga setelah Amerika Serikat mengurangi perkiraannya tentang kelebihan pasokan global. Harga minyak Brent mendekati Rp 1.17 juta ($70) per barel, sementara West Texas Intermediate berada di bawah Rp 1.12 juta ($67) . Badan Energi Informasi AS (EIA) memangkas prediksi surplus minyak untuk tahun ini dan mengurangi proyeksi kelebihan pasokan di tahun 2026, karena adanya kemungkinan penurunan pasokan dari Iran dan Venezuela. Meskipun ada ketidakpastian akibat tarif perdagangan yang diterapkan oleh Presiden AS, pasar minyak menunjukkan sedikit perbaikan. Di sisi lain, laporan dari American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS meningkat sebesar 4,2 juta barel minggu lalu, meskipun ada penurunan besar di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma. Selain itu, situasi geopolitik juga menjadi perhatian, dengan Ukraina menerima proposal gencatan senjata dari AS dengan Rusia, dan kelompok Houthi di Yaman mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kapal Israel.

Analisis Ahli

Yeap Jun Rong
Sentimen pasar minyak masih fragile karena ketidakjelasan dalam perkembangan perang dagang AS dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.