Harga Minyak Pulih Meski Ketegangan Ekonomi Global Masih Membayangi
Bisnis
Ekonomi Makro
11 Mar 2025
192 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga minyak menunjukkan tanda pemulihan setelah penurunan yang signifikan.
Dukungan dari eksekutif industri untuk kebijakan energi Trump dapat mempengaruhi pasar minyak.
Kebijakan OPEC+ dan permintaan global tetap menjadi faktor penting dalam menentukan harga minyak.
Minyak mentah mengalami pemulihan setelah penurunan pasar global yang membuat harga minyak turun pada hari Senin. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas Rp 1.10 juta ($66) per barel, menghapus penurunan sebelumnya yang mendekati level terendah dalam 22 bulan. Penurunan harga minyak disebabkan oleh kekhawatiran ekonomi akibat kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump dan ketegangan geopolitik. Namun, pada hari Selasa, penjualan aset berisiko mulai mereda, dan dolar AS juga melemah, membuat komoditas seperti minyak menjadi lebih menarik.
Di konferensi industri besar di Houston, para eksekutif dari perusahaan minyak dan gas terkemuka mendukung rencana Trump untuk meningkatkan produksi energi AS. Menteri Energi AS, Chris Wright, juga memberikan pernyataan positif tentang sanksi terhadap produksi minyak Iran. Beberapa pemimpin industri percaya bahwa harga minyak yang berkisar antara Rp 1.00 juta ($60) hingga Rp 1.34 juta ($80) per barel adalah wajar untuk beberapa tahun ke depan.
Analisis Ahli
Arne Lohmann Rasmussen
Minyak menjadi aset yang menarik untuk dibeli saat harga Brent mendekati 70 dolar karena penurunan harga yang tidak setara dengan stok teknologi, menunjukkan adanya peluang investasi.