Yields Surat Utang AS Naik Meski Inflasi Melambat, The Fed Siapkan Potongan Suku Bunga
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Mar 2025
216 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Data inflasi yang lebih dingin tidak cukup untuk mengimbangi kekhawatiran tentang perang dagang dan pertumbuhan ekonomi.
Federal Reserve mungkin mempertimbangkan pemotongan suku bunga, tetapi ketidakpastian masih ada.
Reaksi pasar terhadap data ekonomi menunjukkan sensitivitas terhadap kebijakan moneter dan faktor eksternal.
Treasuries atau obligasi pemerintah AS mengalami penurunan karena kekhawatiran tentang perang dagang global yang semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat di AS, meskipun ada laporan inflasi yang lebih baik dari perkiraan. Setelah awalnya turun, imbal hasil obligasi pemerintah AS segera naik kembali. Imbal hasil obligasi dua tahun, yang paling sensitif terhadap kebijakan moneter Federal Reserve, naik menjadi 3,98%, sementara imbal hasil obligasi sepuluh tahun mencapai 4,31%.
Beberapa analis, seperti Mohamed El-Erian, mengatakan bahwa meskipun data inflasi saat ini terlihat baik, masih banyak ketidakpastian ke depan, terutama terkait dampak tarif yang mungkin diterapkan. Meskipun ada harapan untuk penurunan suku bunga, David Kelly dari JPMorgan Asset Management berpendapat bahwa saat ini terlalu awal bagi Federal Reserve untuk mengambil keputusan karena ketidakpastian yang ada.
Analisis Ahli
Mohamed El-Erian
Data inflasi memberikan sedikit petunjuk ke depan dan ketidakpastian terkait tarif masih menjadi faktor utama yang membayangi prospek ekonomi.David Kelly
Ekonomi mulai menunjukkan alasan untuk pemotongan suku bunga, tetapi ketidakpastian kebijakan masih membuat keputusan terlalu dini.