Data Inflasi AS Lebih Rendah, Saham Asia Diprediksi Bangkit meski Ketegangan Perang Dagang Berlanjut
Bisnis
Ekonomi Makro
13 Mar 2025
265 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Data inflasi AS yang lebih baik dari perkiraan memberikan harapan untuk pemulihan pasar.
Ketegangan perdagangan antara AS dan negara lain, termasuk Kanada, dapat mempengaruhi sentimen pasar.
Pergerakan pasar saat ini menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem, yang mungkin memicu reli sementara.
Pasar saham Asia diperkirakan akan mengalami kenaikan setelah inflasi di AS lebih rendah dari yang diperkirakan, membantu Wall Street pulih dari dua hari kerugian. Indeks saham di Jepang dan Australia menunjukkan kenaikan, sementara futures saham Hong Kong turun mengikuti penurunan saham perusahaan China yang terdaftar di AS. Meskipun ada berita positif tentang inflasi, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump masih mempengaruhi pasar global.
Di AS, saham teknologi besar mengalami kenaikan, dan beberapa perusahaan seperti Intel mengumumkan perubahan kepemimpinan. Sementara itu, harga emas dan minyak sedikit stabil. Data ekonomi penting dari AS dan Asia akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, termasuk laporan tentang harga produsen dan kepercayaan konsumen.
Analisis Ahli
Mark Hackett
Kondisi pasar yang sangat oversold dan pesimisme hampir universal membuka peluang untuk reli perbaikan dalam waktu dekat.Oscar Munoz dan Gennadiy Goldberg
Meskipun ada perbaikan inflasi, ketidakpastian dari kebijakan perdagangan membuat Federal Reserve kecil kemungkinannya mengubah panduan kebijakan moneternya.Jonathan Krinsky
Pasar saham sudah berada di titik dasar yang dapat diperdagangkan, tapi bukan berarti ini adalah titik terendah terakhir.