Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Data Inflasi AS Lebih Rendah, Saham Asia Diprediksi Bangkit meski Ketegangan Perang Dagang Berlanjut

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
13 Mar 2025
4 dibaca
1 menit
Data Inflasi AS Lebih Rendah, Saham Asia Diprediksi Bangkit meski Ketegangan Perang Dagang Berlanjut

AI summary

Data inflasi AS yang lebih baik dari perkiraan memberikan harapan untuk pemulihan pasar.
Ketegangan perdagangan antara AS dan negara lain, termasuk Kanada, dapat mempengaruhi sentimen pasar.
Pergerakan pasar saat ini menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem, yang mungkin memicu reli sementara.
Pasar saham Asia diperkirakan akan mengalami kenaikan setelah inflasi di AS lebih rendah dari yang diperkirakan, membantu Wall Street pulih dari dua hari kerugian. Indeks saham di Jepang dan Australia menunjukkan kenaikan, sementara futures saham Hong Kong turun mengikuti penurunan saham perusahaan China yang terdaftar di AS. Meskipun ada berita positif tentang inflasi, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump masih mempengaruhi pasar global.Di AS, saham teknologi besar mengalami kenaikan, dan beberapa perusahaan seperti Intel mengumumkan perubahan kepemimpinan. Sementara itu, harga emas dan minyak sedikit stabil. Data ekonomi penting dari AS dan Asia akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, termasuk laporan tentang harga produsen dan kepercayaan konsumen.

Experts Analysis

Mark Hackett
Kondisi pasar yang sangat oversold dan pesimisme hampir universal membuka peluang untuk reli perbaikan dalam waktu dekat.
Oscar Munoz dan Gennadiy Goldberg
Meskipun ada perbaikan inflasi, ketidakpastian dari kebijakan perdagangan membuat Federal Reserve kecil kemungkinannya mengubah panduan kebijakan moneternya.
Jonathan Krinsky
Pasar saham sudah berada di titik dasar yang dapat diperdagangkan, tapi bukan berarti ini adalah titik terendah terakhir.
Editorial Note
Data inflasi yang lebih baik dari perkiraan memang memberi angin segar bagi pasar saham, namun dampak negatif dari eskalasi perang dagang masih menjadi risiko besar yang harus diwaspadai investor. Oleh karena itu, meski potensi rebound ada, sentimen pasar akan tetap waspada dan sangat bergantung pada perkembangan kebijakan tarif selanjutnya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.