Data Inflasi AS Lebih Rendah Picu Reli Saham, Tapi Perang Tarif Jadi Ancaman
Bisnis
Ekonomi Makro
13 Mar 2025
298 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memberikan harapan bagi pasar saham.
Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Trump masih membebani sentimen pasar global.
Pergerakan ekuitas Asia dipengaruhi oleh rebound di Wall Street setelah dua hari kerugian.
Pasar saham Asia diperkirakan akan mengalami kenaikan awal setelah inflasi di AS lebih rendah dari yang diperkirakan, membantu Wall Street pulih dari dua hari kerugian. Indeks saham di Jepang dan Australia mengalami kenaikan, sementara futures di Hong Kong turun mengikuti penurunan saham perusahaan China yang terdaftar di AS. Meskipun ada berita positif tentang inflasi, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump masih membebani sentimen pasar global.
Di AS, saham-saham teknologi besar membantu pasar naik, dengan beberapa perusahaan seperti Intel dan Adobe memberikan berita terbaru. Sementara itu, harga emas dan minyak sedikit stabil. Data ekonomi penting dari AS dan Asia akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, termasuk laporan tentang harga produsen dan kepercayaan konsumen.
Analisis Ahli
Mark Hackett
Kondisi pasar yang sangat oversold mendorong kemungkinan terjadinya rally yang bersifat relief, meskipun risiko besar masih ada.Oscar Munoz dan Gennadiy Goldberg
Penurunan CPI tidak cukup untuk mengubah panduan kebijakan The Fed saat ini karena ketidakpastian perdagangan masih menyelimuti prospek inflasi.