Harga Minyak Turun Karena Kekhawatiran Ekonomi dan Kebijakan Trump
Bisnis
Ekonomi Makro
11 Mar 2025
265 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga minyak mengalami penurunan akibat ketidakpastian ekonomi dan kebijakan tarif.
OPEC+ berencana untuk menambah pasokan minyak, yang dapat mempengaruhi harga di pasar.
Permintaan minyak di Cina melemah karena perubahan kebijakan pemerintah terkait bahan bakar.
Minyak mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut, mengikuti penurunan di pasar saham dan aset berisiko lainnya. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah Rp 1.10 juta ($66) per barel setelah mengalami penurunan 1,5% pada hari Senin, sementara minyak Brent ditutup mendekati Rp 1.15 juta ($69) . Investor mulai menjauh dari aset berisiko karena kekhawatiran ekonomi meningkat, terutama setelah Presiden AS Donald Trump melanjutkan kebijakan tarif dan adanya ketegangan geopolitik.
Penurunan harga minyak juga disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk rencana OPEC+ untuk menambah pasokan dan permintaan yang melemah di China, negara pengimpor terbesar. Selain itu, dolar AS menguat setelah lima hari mengalami penurunan, membuat komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi kurang menarik bagi banyak pembeli.
Analisis Ahli
Fatih Birol
Kebijakan tarif yang tidak pasti dan ketegangan geopolitik akan menyebabkan volatilitas harga minyak terus berlanjut, melemahkan permintaan global dalam jangka pendek.