Tarif Trump Kian Mengerogoti Harga Minyak dan Ciptakan Ketidakpastian Pasar
Bisnis
Ekonomi Makro
01 Mar 2025
287 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan perdagangan Trump dapat mempengaruhi harga minyak secara signifikan.
OPEC+ memiliki peran penting dalam mengatur pasokan minyak global.
Data ekonomi yang lemah dapat mengurangi permintaan energi dan mempengaruhi pasar minyak.
Minyak mentah mengalami penurunan terbesar dalam sebulan sejak September, dipicu oleh ancaman tarif yang meningkat dari Presiden AS Donald Trump. Tarif ini membuat investor merasa kurang percaya diri, memperkuat nilai dolar, dan mengaburkan prospek permintaan energi. Harga minyak West Texas Intermediate turun di bawah Rp 1.17 juta ($70) per barel dan mengalami penurunan lebih dari 4% bulan ini. Trump mengonfirmasi bahwa tarif baru akan mulai berlaku pada 4 Maret untuk impor dari Kanada dan Meksiko, yang merupakan pemasok minyak terbesar ke AS, serta mengancam untuk menggandakan tarif pada barang-barang dari China.
Di sisi lain, data ekonomi yang lemah dan kebijakan perdagangan yang ketat dari AS juga mempengaruhi harga minyak. Investor yang menggunakan algoritma mulai mengambil posisi jual dalam minyak untuk pertama kalinya sejak Desember lalu. Meskipun ada kemungkinan tarif dapat meningkatkan biaya minyak, tarif yang lebih tinggi pada barang lainnya dapat berisiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan konsumsi energi. Selain itu, ada kemungkinan ekspor minyak dari wilayah Kurdistan Irak akan dimulai kembali, dan OPEC+ diperkirakan akan menunda peningkatan produksi.
Analisis Ahli
Daniel Ghali
Investor algoritmik mulai membangun posisi net-short minyak pertama kali dalam beberapa bulan, menandakan sentimen pasar yang semakin bearish terhadap harga minyak di tengah kebijakan tarik ulur perdagangan global.