Harga Minyak Kembali Pulih di Atas Rp 1.17 juta ($70) di Tengah Tekanan Ekonomi China dan Geopolitik
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
10 Mar 2025
293 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga minyak Brent kembali di atas $70 per barel setelah penurunan signifikan.
Data inflasi China menunjukkan tekanan deflasi yang dapat mempengaruhi permintaan minyak global.
OPEC berencana untuk meningkatkan produksi, yang dapat berdampak pada harga minyak di pasar.
Minyak mentah mengalami pemulihan setelah penurunan tajam minggu lalu, dengan harga Brent kembali di atas Rp 1.17 juta ($70) per barel. Meskipun harga minyak masih turun sekitar 15% dari puncaknya pada pertengahan Januari, ada tanda-tanda bahwa harga mungkin telah jatuh terlalu rendah. Data inflasi konsumen di China menunjukkan penurunan yang lebih besar dari yang diperkirakan, menandakan tekanan deflasi yang terus berlanjut di negara pengimpor minyak terbesar.
Pasar minyak dipengaruhi oleh berbagai faktor negatif, termasuk perang dagang global yang meningkat, rencana OPEC untuk meningkatkan produksi, dan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Meskipun suasana pasar masih cenderung bearish, beberapa analis percaya bahwa pasar minyak mungkin menemukan dukungan dan bisa menjadi kesempatan untuk membeli saat harga turun.
Analisis Ahli
Ole Hansen
Pasar minyak sedang menemukan dukungan dan sulit untuk menembus harga di bawah $70, ini menandakan kondisi buy-on-dip yang sedang terjadi.