Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Turun Tajam Karena Ketidakpastian Tarif dan Produksi OPEC+

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
07 Mar 2025
242 dibaca
1 menit
Harga Minyak Turun Tajam Karena Ketidakpastian Tarif dan Produksi OPEC+

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan tarif Trump menciptakan ketidakpastian di pasar minyak global.
OPEC+ berencana untuk memulai kembali output yang terhenti, yang dapat mempengaruhi harga minyak.
Harga minyak mengalami penurunan yang signifikan, dengan West Texas Intermediate dan Brent berada di bawah level kritis.
Minyak sedang mengalami penurunan terbesar dalam seminggu sejak Oktober, dipicu oleh kebijakan tarif yang tidak menentu dari Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara mitra dagang utama. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar Rp 1.10 juta ($66) per barel, turun 5% dalam seminggu karena kekhawatiran bahwa tarif tersebut akan mengurangi permintaan. Selain itu, harga minyak Brent juga turun di bawah Rp 1.17 juta ($70) . Kebijakan perdagangan Trump dan tindakan balasan dari negara-negara yang terkena dampak, seperti China, telah membuat pasar menjadi tidak stabil. Minyak mentah AS menuju penurunan mingguan ketujuh berturut-turut, yang merupakan penurunan terpanjang sejak Desember 2023. Rencana OPEC+ untuk mulai meningkatkan produksi minyak yang dihentikan pada bulan April juga menambah tekanan negatif pada harga minyak.

Analisis Ahli

Fatih Birol (Direktur Eksekutif IEA)
Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan global sangat memengaruhi pasar minyak, dan respons negara-negara produsen akan sangat menentukan stabilitas harga minyak ke depan.