Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Saham Jatuh Setelah Trump Tidak Menutup Kemungkinan Resesi Tahun Ini

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
10 Mar 2025
238 dibaca
1 menit
Pasar Saham Jatuh Setelah Trump Tidak Menutup Kemungkinan Resesi Tahun Ini

Rangkuman 15 Detik

Pernyataan Donald Trump meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan resesi di AS.
Tarif balasan China terhadap impor AS mulai berlaku, menambah ketidakpastian di pasar.
Analis memperkirakan bahwa suku bunga di AS mungkin akan dipotong lebih cepat dari yang diperkirakan.
Pasar saham turun pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump tidak menolak kemungkinan terjadinya resesi tahun ini dan tarif balasan China terhadap impor AS mulai berlaku. Pada siang hari, indeks S&P 500 turun lebih dari 2%, sementara Nasdaq 100 turun lebih dari 3%. Penurunan pasar ini terjadi setelah Trump menyatakan bahwa AS sedang dalam "periode transisi," yang membuat investor semakin khawatir tentang kemungkinan resesi. Sekretaris Perdagangan Trump, Howard Lutnick, berusaha meredakan kekhawatiran tersebut dengan mengatakan bahwa "tidak akan ada resesi di Amerika." Namun, investor dan bisnis merasa semakin tidak pasti karena kebijakan perdagangan Trump yang tidak menentu dan tanda-tanda inflasi yang meningkat. Hasil obligasi AS juga turun karena banyak analis memperkirakan bahwa bank sentral negara itu akan memotong suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Analisis Ahli

Janet Yellen
Ketidakpastian kebijakan dagang dan kekhawatiran resesi mempengaruhi ekspektasi pasar, sehingga penting bagi Fed untuk menjaga komunikasi yang jelas mengenai kebijakan moneternya.
Mohamed El-Erian
Pasar sedang menghadapi risiko ganda dari ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi, yang membuat sentimen investor menjadi sangat sensitif terhadap setiap sinyal dari pemerintah atau bank sentral.